Sabtu, 28 Juni 2025

Setel Platina Mobil Toyota Kijang

 proses penyetelan platona pada kijang,Sebelum menyetel platina mobil kijang, ada beberapa hal yang harus dipersiapkan terlebih dulu,alat atau perkakas yang dibutuhkan antara lain 


1. obeng minus/plus

2. kunci ring nomor 19

3.  fuller yang digunakan untuk mengukur celah platina mobil Kijang. 

Apabila peralatan sudah siap, saatnya mulai melakukan penyetelan  lancar. Kalau kamu punya mobil Kijang, sebaiknya ketahui cara menyetel platina mobil Toyota Kijang ya

Mobil Toyota Kijang masih menggunakan pengapian manual. Platina Toyota Kijang berfungsi untuk memutus dan menghubungkan arus listrik yang mengalir menuju kumparan primer koil. 

Platina mobil Kijang yang bermasalah bisa disebabkan dari penyetelan platina yang kurang tetap atau sudah dilakukan perubahan penyetelan.

Cara menyetel platina mobil Toyota Kijang

Sebelum menyetel platina, hal yang harus dipersiapkan terlebih dulu adalah alat-alat atau perkakas yang dibutuhkan.

Misalnya seperti obeng minus, obeng plus, kunci ring nomor 19, dan fuller yang digunakan untuk mengukur celah platina mobil Kijang. 

Jika peralatan sudah siap, saatnya mulai melakukan penyetelan. Berikut ini cara menyetel platina mobil Kijang sendiri di rumah.

1. Cek kondisi mobil

Pertama, cek kondisi mobil. Pastikan aki mobil dalam kondisi optimal, karena menyetel platina membutuhkan beberapa kali putaran mesin. 

Untuk mengeceknya, buka katup distributor terlebih dahulu. Lalu, bersihkan dan cek platina bersih dan tidak ada benjolan. Jika terlihat benjolan pada platina sebaiknya langsung menggantinya dengan platina baru. 

2. Putar pulley poros (crankshaft)

Langkah berikutnya, putar polley poros engkol atau bisa disebut juga dengan crankshaft. Cara memutarnya harus searah dengan jarum jam hingga titik pulley berada di titik nol (0) derajat atau disebut dengan Top 1. 

3. Mengendurkan baut pengikat platina

Cara menyetel platina mobil Toyota Kijang berikutnya adalah mengendurkan baut yang mengikat platina. Namun, saat mengendurkan, pastikan tidak terlalu longgar.

Caranya bisa dilakukan dengan memutar platina satu kali saja dengan obeng negatif, hingga celah platina menjadi renggang. 

4. Pastikan ukuran celah platina

Standar ukuran platina mobil Kijang adalah 0.45 mm. Namun, jika kamu tidak memiliki ukuran fuller dengan ukuran 0.45 mm, kamu bisa menggunakan ukuran celah platina 0,40 mm.

Akan tetapi, saat akan merapatkan pastikan tetap sedikit longgar agar tetap terdapat celah yang sesuai dengan ukuran 0.45 mm. 

5. Mulai setel platina

Sekarang saatnya mulai setel platina dengan obeng minus (-). Geser platina secara perlahan menggunakan obeng minus (-), kemudian tekan coak atau tonjolan yang berada di dekat platina. 

Meskipun setiap mobil memiliki coak atau tonjolan, kadang platina yang mengalami kerusakan mengalami tonjolan yang berbeda. Maka dari itu, jika terlihat tanda tersebut, langsung ganti saja dengan platina baru. Sebagai penyambung dan pemutus arus listrik, platina perlu disetel untuk memastikan sistem kelistrikan mobil tetap lancar. Kalau kamu punya mobil Kijang, sebaiknya ketahui cara menyetel platina mobil Toyota Kijang yang benar.Mobil Toyota Kijang masih menggunakan pengapian manual. Platina Toyota Kijang berfungsi untuk memutus dan menghubungkan arus listrik yang mengalir menuju kumparan primer koil. Platina mobil Kijang yang bermasalah bisa disebabkan dari penyetelan platina yang kurang tetap atau sudah dilakukan perubahan penyetelan. Sebelum menyetel platina, hal yang harus dipersiapkan terlebih dulu adalah alat-alat atau perkakas yang dibutuhkan.Misalnya seperti obeng minus, obeng plus, kunci ring nomor 19, dan fuller yang digunakan untuk mengukur celah platina mobil Kijang. Jika peralatan sudah siap, saatnya mulai melakukan penyetelan. Berikut ini cara menyetel platina mobil Kijang sendiri di rumah.

1. Cek kondisi mobil

Pertama, cek kondisi mobil. Pastikan aki mobil dalam kondisi optimal, karena menyetel platina membutuhkan beberapa kali putaran mesin. 

Untuk mengeceknya, buka katup distributor terlebih dahulu. Lalu, bersihkan dan cek platina bersih dan tidak ada benjolan. Jika terlihat benjolan pada platina sebaiknya langsung menggantinya dengan platina baru. 

2. Putar pulley poros (crankshaft)

Langkah berikutnya, putar polley poros engkol atau bisa disebut juga dengan crankshaft. Cara memutarnya harus searah dengan jarum jam hingga titik pulley berada di titik nol (0) derajat atau disebut dengan 

3. Mengendurkan baut pengikat platina

Cara menyetel platina mobil Toyota Kijang berikutnya adalah mengendurkan baut yang mengikat platina. Namun, saat mengendurkan, pastikan tidak terlalu longgar.

Caranya bisa dilakukan dengan memutar platina satu kali saja dengan obeng negatif, hingga celah platina menjadi renggang. 

4. Pastikan ukuran celah platina

Standar ukuran platina mobil Kijang adalah 0.45 mm. Namun, jika kamu tidak memiliki ukuran fuller dengan ukuran 0.45 mm, kamu bisa menggunakan ukuran celah platina 0,40 mm.

Akan tetapi, saat akan merapatkan pastikan tetap sedikit longgar agar tetap terdapat celah yang sesuai dengan ukuran 0.45 mm. 

5. Mulai setel platina

Sekarang saatnya mulai setel platina dengan obeng minus (-). Geser platina secara perlahan menggunakan obeng minus (-), kemudian tekan coak atau tonjolan yang berada di dekat platina. 

Meskipun setiap mobil memiliki coak atau tonjolan, kadang platina yang mengalami kerusakan mengalami tonjolan yang berbeda. Maka dari itu, jika terlihat tanda tersebut, langsung ganti saja dengan platina baru. 

6. Cek celah platina

Pastikan lagi untuk mengecek celah platina, jika sudah sesuai rapatkan baut platina dengan menggunakan obeng plus (+). 

Untuk bisa mendeteksi adanya masalah pada platina atau tidak, kamu juga harus memahami cara cek kondensor platina mobil, ya.

7. Pasang tutup distributor

Setelah semua cara menyetel platina mobil Toyota Kijang telah dilakukan, maka tutup kembali delco atau biasa disebut dengan distributor. 

8. Nyalakan mesin

Selanjutnya, kamu bisa coba menyalakan mesin dengan mengendorkan baut 10 mm yang menutup distributor pada blok mesin. Putar ke kiri atau ke kanan pelan-pelan. 

Ciri-ciri platina mobil bermasalah

Platina mobil memiliki peran yang cukup penting dalam sistem pengapian mobil, khususnya saat akan starter mobil. Sehingga jika mengalami kerusakan, mesin akan terasa sulit dinyalakan. Lantas, apa ciri-ciri platina mobil bermasalah? 

1. Tidak ada celah pada platina

Ciri-ciri platina mobil bermasalah yang pertama adalah tidak adanya celah pada platina mobil. Hal ini berarti fungsinya sudah tidak berjalan dengan baik karena kontak pemutus dan penghubung aliran arus primer ke massa tidak ada. 

Akibatnya, tegangan tinggi pada kumparan sekunder koil juga tidak bisa dilakukan. Selain itu, juga akan terjadi percikan bunga api busi yang tidak akan timbul yang akan membuat mobil tidak bisa bergerak atau mati mendadak. 

2. Celah platina terlalu sempit

Selain tidak ada celah pada platina, celah yang terlalu sempit juga menjadi ciri-ciri platina mobil bermasalah. Hal ini akan membuat sudut dwell dan arus primer menjadi lebih besar. 

Akibatnya, akan menyebabkan percikan bunga api pada busi. Kondisi ini juga menyebabkan cepat aus karena arus listrik mengalir lebih lama daripada dalam kondisi normal.

3. Celah platina terlalu lebar

Celah yang terlalu besar juga bisa menyebabkan masalah pada platina. Hal ini yang akan menyebabkan sudut dwell menjadi lebih kecil. 

Biasanya hal ini disebabkan karena tegangan tinggi kumparan tidak berjalan efektif, dan mengakibatkan tenaga mesin yang keluar tidak bisa berjalan optimal, hingga akhirnya starter mobil jadi susah dilakukan. 

Ukuran standar celah platina pada mobil Toyota Kijang

Setiap kendaraan memiliki ukuran standar celah platina yang berbeda-beda. Ukuran standar celah platina pada mobil Kijang adalah 0,45 mm. 

Kamu juga bisa memastikan ukurannya agar lebih tepat dengan mengukur sudut dwell dengan menggunakan alat dwell tester. 

Jika ukurannya tepat, maka nilai yang dihasilkan adalah 52 (plus minus 4) derajat. Untuk mengecek dan memastikan ukuran celah platina, kamu juga bisa membaca dari buku manual kendaraan.

Pastikan kamu menyetel platina sesuai dengan ukuran celah yang berlaku Sebab, jika celahnya tidak sesuai, maka bisa menjadi penyebab angka standar RPM mobil menjadi tidak stabil.

Harga platina mobil Kijang

Jika terjadi kerusakan pada platina, maka kamu harus segera menggantinya. Harga platina berkualitas terbilang cukup terjangkau yaitu, dibanderol dari Rp20.000 – Rp65.000. 

Namun, untuk kualitas platina original biasanya akan lebih mahal. Kamu bisa memilih harga platina tersebut sesuai dengan budget dan juga kebutuhanmu. 

Namun, pastikan untuk mengganti platina dengan kualitas terbaik agar tidak mudah rusak dan kinerja mobil pun tetap stabil dan optimal.

Kamis, 30 April 2015

Sejarah Balap Motor

 Mengulas tentang sejarah Kejuaraan dunia untuk balap motor .Kejuaraan balap motor pertama kali diselenggarakan oleh Fédération Internationale de Motocyclisme (FIM), pada tahun 1949. Pada saat itu secara tradisional telah diselenggarakan beberapa balapan di tiap even untuk berbagai kelas motor, berdasarkan kapasitas mesin, dan kelas untuk sidecars (motor bersespan). Kelas-kelas yang ada saat itu adalah 50cc, 125cc, 250cc, 350cc, dan 500cc untuk motor single seater, serta 350cc dan 500cc untuk motor sidecars. Memasuki tahun 1950-an dan sepanjang 1960-an, motor bermesin 4 tak mendominasi seluruh kelas. Pada akhir 1960-an, motor bermesin 2 tak mulai menguasai kelas-kelas kecil.

 Di tahun 1970-an motor bermesin 2 tak benar-benar menyingkirkan mesin-mesin 4 tak. Pada tahun 1979, Honda berusaha mengembalikan mesin 4 tak di kelas puncak dengan menurunkan motor NR500, namun proyek ini gagal, dan di tahun 1983 Honda bahkan meraih kemenangan dengan motor 500cc 2 tak miliknya. Pada tahun 1983, kelas 350cc akhirnya dihapuskan. Kelas 50cc kemudian digantikan oleh kelas 80cc di tahun 1984, tetapi kelas yang sering didominasi oleh pembalap dari Spanyol dan Italia ini akhirnya ditiadakan pada tahun 1990. Kelas sidecars juga ditiadakan dari kejuaraan dunia di tahun 1990-an, menyisakan kelas 125cc, 250cc, dan kelas 500cc.GP 500, kelas yang menjadi puncak balap motor Grand Prix, telah berubah secara dramatis pada tahun 2002. Dari pertengahan tahun 1970-an sampai 2001 kelas puncak dari balap GP ini dibatasi 4 silinder dan kapasitas mesin 500cc, baik jenis mesin 4 tak ataupun 2 tak. Akibatnya, yang mampu bertahan adalah mesin 2 tak, yang notabene menghasilkan tenaga dan akselerasi yang lebih besar. Pada tahun 2002 sampai 2006 untuk pertama kalinya pabrikan diizinkan untuk memperbesar kapasitas total mesin khusus untuk mesin 4 tak menjadi maksimum 990cc, dan berubah menjadi 800cc di musim 2007. Pabrikan juga diberi kebebasan untuk memilih jumlah silinder yang digunakan antara tiga sampai enam dengan batas berat tertentu. Dengan dibolehkannya motor 4 tak ber-cc besar tersebut, kelas GP 500 diubah namanya menjadi MotoGP. Setelah tahun 2003 tidak ada lagi mesin 2 tak yang turun di kelas MotoGP. Untuk kelas 125cc dan 250cc secara khusus masih menggunakan mesin 2 tak.

Balap untuk kelas MotoGP saat ini diselenggarakan sebanyak 17 seri di 15 negara yang berbeda (Spanyol menggelar 3 seri balapan). Balapan biasa digelar setiap akhir pekan dengan beberapa tahap. Hari Jum’at digelar latihan bebas dan latihan resmi pertama, kemudian hari Sabtu dilaksanakan latihan resmi kedua dan QTT, di mana para pembalap berusaha membuat catatan waktu terbaik untuk menentukan posisi start mereka. Balapan sendiri digelar pada hari Minggu, meskipun ada seri yang digelar hari Sabtu yaitu di Belanda dan Qatar. Grid (baris posisi start) terdiri dari 3 pembalap perbaris dan biasanya setiap seri balap diikuti oleh sekitar 20 pembalap. Balapan dilaksanakan selama sekitar 45 menit dan pembalap berlomba sepanjang jumlah putaran yang ditentukan, tanpa masuk pit untuk mengganti ban atau mengisi bahan bakar. Balapan akan diulang jika terjadi kecelakaan fatal di awal balapan. Susunan grid tidak berubah sesuai hasil kualifikasi. Pembalap boleh masuk pit jika hanya untuk mengganti motor karena hujan saat balapan.

 Organisasi dalam MotoGP

Kesuksesan Balap MotoGP tidak terlepas dari organisasi-organisasi yang terlibat di dalamnya Beberapa organisasi yang tergabung dalam komisi Grand Prix antara lain FIMDornaIRTA, dan MSMA.

FIM (Federation Internationale de Motocyclisme) merupakan badan tertinggi di dunia yang mengurusi hal-hal seputar sepeda motor. FIM yang berdiri pada tahun 1904 ini tidak hanya mengurusi balap motor, tetapi juga menjadi pengawas motor-motor produksi yang dijual masal, terutama soal keamanan dan kelayakan. Dalam kegiatan balap motor, FIM adalah badan yang mengurusi dan bertanggung jawab mengenai regulasi dan teknis pelaksanaan balapan, juga mengenai status, taraf, dan kriteria dari sebuah kejuaraan balap motor.

Dorna adalah organisasi penyelenggara balapan MotoGP, atau dengan kata lain Dorna adalah promotor kejuaraan MotoGP. Dorna bertanggung jawab terhadap kualitas event dan juga mengurusi sponsor event.

IRTA (International Road racing Team Association), anggota organisasi ini terdiri dari tim-tim yang mengikuti balapan MotoGP. Organisasi ini berfungsi untuk menyalurkan aspirasi tim dan para pembalap yang tergabung di dalamnya. Dengan organisasi inilah pembalap dapat memberikan masukan dan menentukan hak-hak dan kepentingannya, antara lain nilai kontrak, keamanan dan kelayakan sirkuit.

MSMA (Motor Sport Manufacturer Association) merupakan organisasi dalam MotoGP yang terdiri dari pabrikan-pabrikan motor yang mengikuti kejuaraan MotoGP, seperti Honda, Yamaha, Ducati, Suzuki, Kawasaki, dan pabrikan lainnya. Fungsi dari organisasi ini antara lain memutuskan peraturan teknis mengenai regulasi motor bersama dengan organisasi lain yang tergabung di komisi Grand Prix.

 

  

Sejarah Arung Jeram Dunia

Sekilas Sejarah Arung Jeram .Arung Jeram merupakan sebuah olah raga menantang dan beresiko bagi orang awam, Tetapi bagi seorang Rafter Profesional, olahraga ini memiliki sensasinya tersendiri. Dewasa ini Arum jeram sudah tidak asing, hampir semua orang tahu dan mungkin telah mencobanya. Tapi tahukah anda asal mula olahraga ini? Artikel ini akan mengupas sejarah arum jeram untuk anda.
Pada abad 19 seorang pramuka bernama John Macgregor mengembangkan kendaraan air untuk rekreasi dan olah raga. Seiring perkembangan zaman, orang tertarik akan keindahan dan lingkungan sungai dan terus mengembangkan kegiatan ini. Material perahu ini juga berkembang hingga ke plastik, aluminium, fiberglass dan karet.
Selanjutnya orang mulai berfikir bagaimana caranya agar dapat mengarungi sungai dengan kendaraan yang dapat menampung penumpang lebih banyak dan perbekalan. Maka, setelah perang dunia II dibuatlah perahu bulat yang disebut”Basket Boat” karena bentuknya mirip keranjang. Namun perahu ini memiliki kekurangan selalu penuh dengan air bahkan melewati jeram yang kecil. Tapi basket boat ini masih dipergunakan sampai sekarang, contohnya pada sarana arum jeram di Dufan.
Di tahun 1950, Barulah diproduksi perahu khusus untuk arung jeram dengan bentuk khusus yang naik dibagian depan dan belakangnya dengan material yang lebih kuat dan dapat mengangkut orang dan perbekalan lebih banyak. Namun sebagaimana perahu pada biasanya, jika kemasukan air pasti haruslah ditimba keluar.
Sampai tahun 1983, para pengarung jeram harus menimba air keluar perahu setelah melewati jeram. Para pengarung jeram sering mengalami “mimpi buruk” bila harus kehilangan ember untuk menimba perahu.
Barulah pada tahun 1983 dibuat perahu yang dapat mengeluarkan air sendiri disebut”Self Bailer” berhasil diproduksi oleh Jim Cassady. Keunikan perahu ini adalah lantainya yang diberi angin. Lantai yang berisi udara ini akan selalu mengapung di atas permukaan air sehingga dengan sendirinya air keluar lewat lubang disekeliling lantai perahu.
Mayor John Wesley Powell seorang tentara Amerika disebut sebagai bapak Arung Jeram Dunia. Ia memperkenalkan arung jeram pertama kali dengan menyusuri sungai Colorado sejauh 250 mil yang melintasi gugusan tebing raksasa, yang kemudian diberi nama Grand Canyon. saat itu ia menggunakan perahu kecil yang tesusun dari papan kayu. pada perkembangan selanjutnya di benua Amerika dan Eropa, aktifitas menelusuri sungai tersebut ternyata berkembang menjadi sebuah olah raga highrisk yang cukup populer, dan dikenal dengan sebutan white water rafting.

Sejarah Panjat Tebing

PANJAT TEBING,Salah Satu Olahraga yang memacu adrinalin. Mungkin kita sudah biasa atau justru ikut melakukan hobi wall climbing yang sekarang populer. Baik dalam bentuk lomba maupun sekadar mengisi waktu kosong, hobi ini memang cukup mengasyikkan. Apalagi kalau di sekolah kita disediakan papan panjat. Tidak heran kalau dari hobi ini sudah banyak teman-teman kita yang menjalani wall climbing bukan lagi sekadar hobi, tetapi sudah dalam tingkat yang lebih lanjut. Apalagi kalau bukan ikut dalam sebuah kejuaraan, malah menjuarainya.
Sejarah, manusia selalu berusaha mengalahkan alam untuk survive. Begitu juga dengan panjat tebing, yang lahir dari usaha manusia untuk bertahan hidup di alam bebas.
Mungkin kita sudah biasa atau justru ikut melakukan hobi wall climbing yang sekarang populer. Baik dalam bentuk lomba maupun sekadar mengisi waktu kosong, hobi ini memang cukup mengasyikkan. Apalagi kalau di sekolah kita disediakan papan panjat. Tidak heran kalau dari hobi ini sudah banyak teman-teman kita yang menjalani wall climbing bukan lagi sekadar hobi, tetapi sudah dalam tingkat yang lebih lanjut. Apalagi kalau bukan ikut dalam sebuah kejuaraan, malah menjuarainya.
Wall climbing tersebut (mungkin sudah banyak yang tahu ya) merupakan modifikasi dari hobi panjat tebing. Dari namanya sudah ketahuan kalau dua hal ini dibedakan dari medianya; yang satu berdasarkan papan buatan, sedangkan yang lain beneran tebing dari sebuah gunung atau bukit.
Nah, panjat tebing tersebut merupakan subbagian dari mountaineering (pendakian gunung), yaitu climbing yang dapat diartikan sebagai pendakian pada tebing-tebing batu atau dinding karang yang membutuhkan peralatan, teknik, dan metode-metode tertentu. Sebagai bagian dari mountaineering atau mendaki gunung, panjat tebing tidak dapat dipisahkan sejarahnya dari perjalanan panjat dan mendaki gunung.
Ribuan tahun
Kegiatan mendaki gunung ini mulai dilakukan manusia sejak berabad-abad yang lalu. Dimulai sejak manusia harus melintasi bukit-bukit atau pegunungan baik untuk melakukan peperangan atau pun ketika melakukan tuntutan hidupnya. Sejarah yang dapat diketahui dari hal ini adalah perjalanan Panglima Kerajaan Carthage, Hanibal, yang dilakukan di pegunungan Alpen di tahun 500 SM. Juga petualangan yang dilakukan Jenghis Khan yang melintasi pegunungan Karakoran dan Kaukasus untuk menaklukan Asia Tengah. Atau pendakian Mount Argulle oleh para tentara Perancis pada tahun 1442.
Dalam sejarah yang lebih maju, pendakian yang gemilang pertama kalinya dilakukan pada tahun 1786, ketika Dr Paccard berhasil mencapai puncak Mount Blanc (4087 m). Saat itu pendakian dan panjat tebing sudah menjadi hobi atau olahraga.
Dalam babak selanjutnya, puncak-puncak Alpen mulai dijajaki para penggemar olahraga alam bebas ini. Dan, memang puncak-puncak pegunungan Alpen hanya bisa dipuncaki dengan mempergunakan teknik-teknik memanjat tebing. Semakin populer ketika Sir Alfred Willis pada tahun 1854 berhasil mencapai puncak Matterhorn (di Swiss, 3708 m).
Pendakian ini menjadi batu loncatan terbentuknya perkumpulan pendaki gunung tertua di dunia, British Alpine Club pada tahun 1857. Sejak babak baru itu para pendaki semakin sering melakukan pendakian menuju puncak-puncak gunung yang lebih tinggi dan mempunyai tingkat tantangan yang lebih tinggi pula.
Keberuntungan dan anugerah akhirnya datang pada Edmunt Hillary dan Tenzing Norgay dalam suatu ekspedisi. Ekspedisi yang dipimpin oleh John Hunt pada tahun 1953 tersebut berhasil memuncaki Everest, sebuah puncak yang menjadi impian para pendaki di dunia. Rangkaian-rangkaian ini merupakan titik temu bahwa panjat tebing merupakan bagian dari kegiatan mendaki gunung. Karena kegiatan memanjat tebing merupakan penunjang kegiatan mendaki gunung.

Olahraga berprestasi
Panjat tebing masuk ke Indonesia seiring dengan berkembangnya teknik mendaki. Harry Suliztiarto, seorang mahasiswa Seni Rupa ITB, memperkenalkan panjat tebing pada tahun 1976. Tepatnya ketika memanjat tebing-tebing alam Citatah. Peristiwa ini kemudian menjadi tonggak sejarah berdirinya organisasi kegiatan alam bebas yang mengkhususkan pada kegiatan memanjat, dengan nama Skygers Amateur Rock Climbing Group.
Pada tahun 1980 kegiatan panjat tebing mulai memasuki babak baru, di mana kegiatan ini bukan lagi bersifat petualangan tetapi telah menjadi olahraga prestasi. Perkembangan ini dimulai ketika diadakannya lomba panjat tebing alam di tebing pantai Jimbaran Bali pada tahun 1987.
Nah, di tahun 1988 diperkenalkan deh dinding panjat tebing buatan (wall climbing) yang langsung diperkenalkan oleh empat pemanjat dari Perancis. Sekaligus membentuk wadah sebagai tempat menyalurkan aspirasi dan hobi serta memanajemen kegiatan panjat tebing agar berjalan dengan baik dengan nama Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI). Pada tahun 1990, untuk pertama kalinya diadakan lomba panjat dinding buatan dengan tinggi papan lima belas meter yang menjadi awal sejarah dimulainya lomba panjat tebing buatan di Indonesia sampai saat ini.

Jumat, 24 April 2015

Sejarah Lompat Batu Nias


Kita pasti pernah mendengar LOMPAT BATU Kabupaten Nias Selatan adalah salah satu kabupaten di Sumatera Utara yang terletak di pulau Nias. Dengan Ibukota Teluk Dalam . Kabupaten Nias Selatan memiliki andalan pariwisata tersendiri selain Rumah adat dan Tari perang yaitu Tradisi Lompat Batu atau Fahombo yaitu tradisi yang dilakukan oleh seorang pria yang mengenakan pakaian adat setempat Nias dan meloncati susunan batu yang disusun setinggi lebih dari 2 (dua) meter. Lompat batu ini hanya terdapat di kecamatan Teluk Dalam saja.
Konon ajang tersebut diciptakan sebagai ajang menguji fisik dan mental para remaja pria di Nias menjelang usia dewasa. Setiap lelaki dewasa yang ikut perang wajib lulus ritual lompat batu. Batu yang harus dilompati berupa bangunan mirip tugu piramida dengan permukaan bagian atas datar. Tingginya tak kurang 2 (dua) meter dengan lebar 90 centimeter (cm) dan panjang 60 cm. Para pelompat tidak hanya sekedar harus melintasi tumpukan batu tersebut, tapi ia juga harus memiliki tekhnik seperti saat mendarat, karena jika dia mendarat dengan posisi yang salah dapat menyebabkan cedera otot atau patah tulang.
Jika seorang putra dari satu keluarga sudah dapat melewati batu yang telah disusun berdempet itu dengan cara melompatinya, hal ini merupakan satu kebanggaan bagi orangtua dan kerabat lainnya bahkan seluruh masyarakat desa pada umumnya. Itulah sebabnya setelah anak laki-laki mereka sanggup melewati, maka diadakan acara syukuran sederhana dengan menyembelih ayam atau hewan lainnya. Bahkan ada juga bangsawan yang menjamu para pemuda desanya karena dapat melompat batu dengan sempurna untuk pertama kalinya. Para pemuda ini kelak akan menjadi pemuda pembela kampungnya jika ada konflik dengan warga desa lain.
Melihat kemampuan seorang pemuda yang dapat melompat batu dengan sempurna, maka ia dianggap telah dewasa dan matang secara fisik. Karena itu hak dan kewajiban sosialnya sebagai orang dewasa sudah bisa dijalankan. Misalnya: menikah, membela kampungnya atau ikut menyerbu desa musuh dsb. Salah satu cara untuk mengukur kedewasaan dan kematangan seorang lelaki adalah dengan melihat kemampuan motorik di atas batu susun setinggi ! 2 meter.
Dahulu, melompat batu merupakan kebutuhan dan persiapan untuk mempertahankan diri dan membela nama kampung. Banyak penyebab konflik dan perang antar kampung. Misalnya: Masalah perbatasan tanah, perempuan dan sengketa lainnya. Hal ini mengundang desa yang satu menyerang desa yang lain, sehingga para prajurit yang ikut dalam penyerangan, harus memiliki ketangkasan melompat untuk menyelamatkan diri. Akan tetapi dahulu, ketika tradisi berburu kepala manusia masih dijalankan, peperangan antar kampung juga sangat sering terjadi. Ketika para pemburu kepala manusia dikejar atau melarikan diri, maka mereka harus mampu melompat pagar atau benteng desa sasaran yang telah dibangun dari batu atau bambu atau dari pohon supaya tidak terperangkap di daerah musuh.
Ketangkasan melompat dibutuhkan karena dahulu setiap desa telah dipagar atau telah membuat benteng pertahanan yang dibuat dari batu, bambu atau bahan lain yang sulit dilewati oleh musuh. Para pemuda yang kembali dengan sukses dalam misi penyerangan desa lain, akan menjadi pahlawan di desanya.
Sekarang ini, sisa dari tradisi lama itu, telah menjadi atraksi pariwisata yang spektakuler, tiada duanya di dunia. Berbagai aksi dan gaya para pelompat ketika sedang mengudara. Ada yang berani menarik pedang, dan ada juga yang menjepit pedangnya dengan gigi.
Para wisatawan tidak puas rasanya kalau belum menyaksikan atraksi ini. Itu juga makanya, para pemuda desa di daerah tujuan wisata telah menjadikan kegiatan dan tradisi ini menjadi aktivitas komersial. Di satu sisi, mereka meminta dan bahkan ada yang setengah memaksa wisatawan untuk menyaksikan atraksi ini, namun di sisi lain mereka tidak mau melompat tanpa dibayar. Bahkan ada juga yang meminta sampai Rp 100.000 hingga Rp 200.000 sekali melompat, tergantung bargaining. Para pelompat telah mempunyai kelompok dan jaringan supaya tidak menjual murah.
Sekarang ini harganya berkisar Rp 50.000 sekali melompat. Namun kalau wisatawan tidak menunjukkan minat dan menolaknya, para pelompat pun akhirnya dapat menerima harga yang lebih murah. Dari pada tidak dapat uang, lebih bagus melompat saja.
Tradisi lompat batu yang telah menjadi atraksi pariwisata yang spektakuler dan mampu membuat Nias dikenal oleh suku bangsa lain, kelihatannya sudah kurang digemari oleh generasi baru karena tingkat kesulitan untuk menguasainya. Selain itu, atraksi lompat batu juga sudah berubah fungsi. Di daerah-daerah tujuan wisata, para pemuda baru mau melompat, kalau bayarannya sesuai. Sudah tidak ada lagi olah raga melompat batu yang gratis. Yang ada adalah lompat batu komersil. Karena itu, dikuatirkan, jika turisme mati, maka tradisi lompat batu akan punah.
[Image: lompat-batu.gif]
Jika Lompat batu punah, rumah adat rusak, megalit hilang dan dijual, burung Beo Nias punah, nilai-nilai budaya masyarakat sebagai  sosial yang luhur mati, apa lagi yang menjadi daya tarik Nias? Apa lagi keunikannya? Semuanya hanya akan menjadi kenangan masa lalu yang sulit diulang kembali

Sejarah Lompat Jauh

Sejarah Lompat Jauh

Sejarah Lompat Jauh
Sejarah Lompat Jauh

Awal Perkembangan Lompat Jauh

Sejarah lompat jauh telah bermula sejak sekitar 13 abad yang lalu. Olahraga ini sudah ada sejak tahun 708 Masehi ketika ada Olimpiade Kuno di Yunani. Lompat jauh merupakan satu-satunya event lompat yang dilombakan dalam Olimpiade Kuno. Menurut catatan yang ada, olahraga lompat jauh pernah dilakukan oleh peserta Sparta dengan panjang lompatan sejauh 7,05 meter.

Pada awalnya, semua event yang diadakan dalam Olimpiade Kuno dimaksudkan sebagai bentuk latihan militer perang. Munculnya olahraga lompat jauh ini dipercaya untuk melatih ketangkasan para prajurit perang dalam melompati rintangan yang berbeda, seperti parit atau jurang.

Pada masa itu, teknik dan cara lompat olahraga lompat jauh ini sangat berbeda dengan teknik dan cara lompatan yang sekarang diterapkan. Lompatan pada zaman dahulu dibuat dalam bentuk jamak. Dalam event ini juga, para pelompat hanya diperkenankan menggunakan start lari pendek. Selain itu, para pelompat juga diharuskan berlari sambil membawa beban di kedua tangannya, yang dikenal dengan nama halteres dengan berat berkisar antara 1 sampai 4,5 kg.

Perkembangan Lompat Jauh di Zaman Modern

Olahraga lompat jauh merupakan jenis olahraga yang juga dipertandingkan di Olimpiade Modern yang dilaksanakan pada tahun 1896 di Athena, Yunani. Teknik lompatan pada lompat jauh ini mulai diperbaiki dari hari ke hari sehingga terbentuklah teknik lompatan seperti yang sekarang diterapkan.

Amerika Serikat pernah berjaya di cabang lompat jauh pada Olimpiade yang diadakan di Meksiko pada tahun 1968 dengan catatan rekor yang dilakukan oleh Bob Beamon dengan lompatan sejauh 8,90 meter. Kemudian rekor tersebut dapat dipecahkan oleh atlet asal Amerika Serikat bernama Mike Powell dengan lompatan sejauh 8,95 meter.

Sabtu, 26 Mei 2012

4 Olahraga Efektif Cara Menurunkan Berat Badan

Tips Diet Olahraga 4 Olahraga Efektif Cara Menurunkan Berat Badan. Olahraga kardiovaskular, atau olahraga yang memacu denyut jantung, pernapasan dan pembuluh darah adalah salah satu cara efektif jika Anda ingin menurunkan berat badan. Dikutip dari Livestrong, Anda sebaiknya melakukan latihan sedikitnya 45 menit, enam hari dalam seminggu (untuk hasil optimal). Lihat Daftar Jenis Makanan Sehat Untuk Diet Yang Dapat Menyusutkan Lemak Perut dan Cara Alamiah Menebak Jenis Kelamin Bayi Ungkap Fakta di Balik Mitos Menentukan Jenis Kelamin Anak Saat Hamil.

Latihan yang sesuai akan menghasilkan tubuh yang lebih indah dan bugar, sekaligus membakar kalori dan lemak berlebih. Apa saja tipe macam olahraga kardiovaskular yang efektif menurunkan berat badan? Berikut ini jenis-jenisnya.

1. Lari

Berlari adalah salah satu aktivitas kardiovaskular terbaik untuk mengurangi berat badan. Orang dengan berat badan 68 kg bisa membakar 893 kalori per jam dengan berlari delapan menit per mil. Sementara berlari selama 10 menit per mil bisa membakar sekitar 731 kalori. Namun olahraga lari belum tentu cocok untuk setiap orang, terutama mereka yang punya masalah disorientasi dan sensitif terhadap aktivitas olahraga keras.

2. Aerobik

Olahraga ini juga efektif mngurangi berat badan karena mampu membakar banyak kalori berlebih sekaligus memperindah bentuk pinggul dan paha. Orang dengan berat badan 68 kg bisa membakar sekitar 357 kalori lewat latihan aerobik selama satu jam. Namun hasilnya bisa berbeda, tergantung seberapa tinggi aktivitas yang Anda lakukan saat aerobik.

3. Bersepeda

Orang dengan berat 68 kg bisa membakar kalori antara 560 sampai 850 per jam, dengan bersepeda sekitar 15 sampai 18 mil per jam. Bersepeda adalah olahraga menurunkan berat badan yang hampir bisa dilakukan semua orang karena kecil kemungkinannya menyebabkan cidera pada otot. Bersepeda bisa dilakukan sendiri atau berkelompok. Adakan perlombaan kecil dengan memutari jalanan seputar kompleks agar kegiatan bersepeda lebih semangat.

4. Berenang

Berenang juga salah satu olahraga yang efektif membakar kalori, dan kecil kemungkinannya menyebabkan cidera pada engsel. Olahraga air ini juga sangat baik untuk keseluruhan tubuh karena membuat hampir seluruh otot tubuh bekerja saat berenang. Orang dengan berat 70 kg bisa membajar kalori antara 497 dan 523, tergantung gaya renang dan kecepatan.

Catatan: penting untuk mengonsultasikan kondisi kesehatan Anda pada dokter sebelum berolahraga. detik.com


Tips Diet,
Tips Diet Olahraga, Diet Olahraga, Cara Diet Efektif, Olahraga Efektif, Cara Menurunkan Berat Badan Efektif, Tips Cepat Turunkan Berat Badan, Tips Diet Cepat Efektif, Diet Tanpa Olahraga, Tips Langsing, Macam Olahraga Kardiovaskular

Aturan Olahraga Saat Menstruasi

KOMPAS.com — Setiap kali menstruasi tiba, energi Anda untuk berolahraga menurun? Jika ya, jangan langsung puasa olahraga setiap kali siklus bulanan itu tiba. Sebab, menurut Michele Stanten, instruktur dan konselor penurunan berat badan Prevention, apa yang kita rasakan adalah hal yang normal.


Stanten kemudian menjelaskan, hormon progesteron yang menurun dan estrogen yang naik memang tidak hanya memengaruhi mood kita, tetapi juga energi yang dikeluarkan tubuh. “Dan dalam kondisi seperti ini, kita perlu menyesuaikan level olah tubuh kita.”

Stanten mencontohkan, bila saat pre menstruation syndrome (PMS) kita jadi mudah lelah, olahraga bisa menjadi solusi yang tepat untuk mengembalikan energi tubuh. Tetapi masalahnya, sakit kepala atau payudara yang mudah sakit bukanlah situasi tubuh yang enak untuk diajak berolahraga. Itulah mengapa, saat PMS cobalah lakukan tip berikut ini:

* Coba perkuat tubuh dengan suplemen kalsium. Berdasarkan penelitian yang dilakukan terhadap 497 sukarelawan perempuan, mereka yang mendapatkan 1.200 mg suplemen kalsium dapat menekan gangguan PMS hingga 50 persen.

* Jauhi makanan bergula, kafein, garam, dan alkohol karena membuat tubuh semakin “bergejolak” ketika diajak berolahraga. Perbanyak dengan buah, sayuran, dan gandum utuh untuk meredam fluktuasi hormon dalam tubuh.

Sedangkan saat energi seperti tidak ada dalam tubuh saat menstruasi, tenanglah, karena olahraga bisa menjadi jalan keluar. Hanya saja, pilihlah olahraga ringan seperti jalan santai atau yoga untuk menghilangkan linu-linu di tubuh.

Pada studi yang dilakukan terhadap 16 perempuan yang berolahraga selama menstruasi, mereka memproduksi asam laktat lebih banyak. Asam laktat adalah apa yang dibutuhkan tubuh untuk membakar lemak. Artinya, selain melenturkan tubuh selama menstruasi, olahraga saat menstruasi juga membuat kita membakar lemak lebih banyak. Jadi, jangan merasa bimbang untuk berolahraga saat menstruasi, cukup sesuaikan level olahraga dengan fluktuasi hormon yang sedang berlangsung.

Panahan Mataraman Masih Asing di Jogja

SLEMAN—Panahan Tradisional Mataraman dinilai masih asing bagi sebagian masyarakat. Padahal lomba ini sudah digelar Kraton Yogyakarta sejak 1943. Atlet panahan tradisional Mataraman asal Sleman, Rudi menilai, penyebab ketidaktahuan masyarakat umum terkait olahraga ini karena jarangnya media yang mengekspose kegiatan seni tradisi ini.
Laki-laki yang sudah dua tahun menekuni olahraga panahan tradisional gaya Mataraman itu menuturkan, ketertarikannya berawal dari cara memanah yang unik dan tidak terkesan agresif seperti olahraga panahan pada umumnya.
“Filosofi Jawa yang santai dan adem ayem terlihat dalam cara memanah sembari duduk bersila,” ujarnya saat ditemui Harian Jogja dalam lomba panahan atau Jemparingan Gaya Mataraman di Lapangan Denggung, Minggu (13/5) pagi.
Menurutnya, kegiatan yang diadakan Pemkab Sleman dalam rangka memperingati HUT Sleman ke-96 dapat menjadi salah satu ajang sosialisasi olahraga ini.
Ketua Umum Pengurus Cabang Perpani Kabupaten Sleman, Sapto Winarno menjelaskan, selama ini orang kebanyakan mengenal olah raga panahan hanya sebatas yang dilombakan dalam festival olah raga berkelas seperti PON, SEA Games, ASEAN Games, atau bahkan Olimpiade. “Jarang kita mengenal seni memanah tradisional,” tuturnya.(ali)

TEKNIK OLAHRAGA PANAHAN

 PANAHAN
1. Sikap Berdiri (stand)
Sikap berdiri (stand), menurut Damiri, “Sikap/posisi kaki pada lantai atau tanah. Sikap berdiri yang baik ditandai oleh: (1) titik berat badan ditumpu oleh kedua kaki/tungkai secara seimbang, (2) tubuh tegak, tidak condong ke depan atau ke belakang, ke samping kanan ataupun ke samping kiri.” Terdapat empat macam sikap kaki dalam panahan, yaitu open stand, square stand, close stand, dan oblique stand, yang kebanyakan dipakai oleh pemanah pemula adalah sikap square stand atau sikap sejajar.
Sumber : www.archery.metu.edu.tr
2. Memasang Ekor Panah (nocking)
Memasang ekor anak panah (nocking), menurut Damiri, “Gerakan menempatkan atau memasukkan ekor panah ke tempat anak panah (nocking point) pada tali dan menempatkan gandar (shaft) pada sandaran anak panah (arrow rest). Kemudian diikuti dengan menempatkan jari-jari penarik pada tali dan siap menarik tali.” Memasang ekor panah dalam olahraga panahan bisa menjadi fatal apabila salah penempatan baik terlalu atas ataupun terlalu bawah, maka perlu untuk memperhatikan kembali apakah anak panah yang dipasang sudah lurus tersandar di busur ataukah belum.
Sumber : www.archery.metu.edu.tr

3. Mengangkat Lengan Busur (extend)
Mengangkat lengan busur (extend), menurut Damiri, “Gerakan mengangkat lengan penahan busur (bow arm) setinggi bahu dan tangan penarik tali siap untuk menarik tali.” Hal-hal yang harus diperhatikan, yaitu lengan penahan busur rileks, tali ditarik oleh tiga jari yaitu jari telunjuk, jari tengah dan jari manis. Tali ditempatkan atau lebih tepatnya diletakkan pada ruas-ruas jari pertama, dan tekanan busur terhadap telapak tangan penahan busur ditengah-tengah titik V, yang dibentuk oleh ibu jari dan jari telunjuk (lengan penahan busur), penulis memperjelas dengan memberikan gambar seperti dibawah ini :
Sumber : www.archery.metu.edu.tr
4. Menarik Tali Busur (drawing)
Menarik tali busur (drawing), menurut Damiri, “Gerakan menarik tali sampai menyentuh dagu, bibir dan atau hidung. Kemudian dilanjutkan dengan menjangkarkan tangan penarik tali di dagu.” Ada tiga fase gerakan menarik, yaitu pre-draw, primary draw dan secondary draw. Pre-draw adalah gerakan tarikan awal. Pada saat ini sendi bahu, sendi siku dan sendi pergelangan tangan telah dikunci. Primary-draw atau tarikan utama adalah gerakan tarikan dari posisi pre-draw sampai tali menyentuh atau menempel dan sedikit menekan atau mengetat pada bagian dagu, bibir dan hidung dan berakhir pada posisi penjangkaran. Secondary-draw atau tarikan kedua adalah gerakan menahan tarikan pada posisi penjangkaran sampai melepas tali (release).
Didalam buku penataran pelatih program pembinaan cabang olahraga panahan tingkat SD dan SLTP yang dipergunakan untuk menarik adalah: jari, punggung telapak (wirst), dan lengan bawah. Ketiga bagian ini pada posisi lurus kemudian lengan atas selanjutnya bahu dan otot belakang. Kebanyakan pemanah-pemanah pemula hanya menggunakan jari-jari saja, kebanyakan mereka tidak menggunakan otot-otot yang seharusnya dipergunakan seperti yang sudah dijelaskan pada halaman-halaman sebelumnya, di bawah ini adalah gambar menarik busur :
Sumber : Haywood, M Kathleen and Lewis F.Catherine Archery Steps to Succes

5. Menjangkarkan Lengan Penarik (anchoring)
Menjangkarkan lengan penarik (anchoring), menurut Damiri, “Gerakan menjangkarkan tangan penarik pada bagian dagu.” Hal yang harus diperhatikan, yaitu tempat penjangkaran tangan penarik tali harus tetap sama dan kokoh menempel di bawah dagu, dan harus memungkinkan terlihatnya bayangan tali pada busur (string alignment). Ada dua jenis penjangkaran, yaitu penjangkaran di tengah dan penjangkaran di samping. Pada penjangkaran di tengah, tali menyentuh pada bagian tengah dagu, bibir dan hidung serta tangan penarik menempel di bawah dagu. Pada penjangkaran di samping, tali menyentuh pada bagian samping dagu, bibir dan hidung, serta tangan penarik menempel di bawah dagu.
Sumber : www.archery.metu.edu.tr
6. Menahan Sikap Panahan (tighten)
Menahan sikap panahan (tighten), menurut Damiri, adalah: Suatu keadaan menahan sikap panahan beberapa saat, setelah penjangkaran dan sebelum anak panah dilepas. Pada saat ini otot-otot lengan penahan busur dan lengan penarik tali harus berkontraksi agar sikap panahan tidak berubah. Bersamaan dengan itu pemanah melakukan pembidikan. Jadi pada saat membidik, sikap pemanah harus tetap dipertahankan.

Sumber : Haywood, M Kathleen and Lewis F. Catherine Archery Steps to Succes

7. Membidik (Aiming)
Membidik (aiming), menurut Damiri: “Gerakan mengarahkan atau menempelkan titik alat pembidik (visir) pada tengah sasaran/titik sasaran.” Pada posisi membidik, posisi badan dari pemanah diharapkan tidak berubah, kemudian pemanah tidak hanya fokus kepada sasaran tetapi diutamakan pada teknik, dengan kondisi badan yang relaks fokus akan lebih baik.
Sumber : www.archery.metu.edu.tr
8. Melepas Tali/Panah (release)
Melepas tali/panah (release), menurut Damiri: “Gerakan melepas tali busur, dengan cara merilekskan jari-jari penarik tali.” Ada dua cara melepaskan anak panah, yaitu dead release dan active release. Pada dead release setelah tali lepas, tangan penarik tali tetap menempel pada dagu seperti sebelum tali lepas. Pada active release, setelah tali lepas tangan penarik tali bergerak ke belakang menelusuri dagu dan leher pemanah.
Pelepasan anak panah yang baik diperlukan untuk memberikan kekuatan penuh dari tali terhadap panah dalam setiap melepaskan panah yang diinginkan dan untuk mencegah getaran tali yang tidak diperlukan, yang akan menyebabkan panah berputar. Kesalahan sedikit apapun pada saat melepaskan anak panah, mengakibatkan dampak yang sangat besar terhadap sasaran.
Sumber : www.archery.metu.edu.tr
9. Menahan Sikap Panahan (after hold)
Menahan sikap panahan (after hold), menurut Damiri, “Suatu tindakan untuk mempertahankan sikap panahan sesaat (beberapa detik) setelah anak panah meninggalkan busur. Tindakan ini dimaksudkan untuk memudahkan pengontrolan gerak panahan yang dilakukan.”
Di dalam buku penataran pelatih program pembinaan cabang olahraga panahan tingkat SD dan SLTP after hold adalah Tangan busur tetap terentang pada posisi semula lurus kearah sasaran dan tetap ditahan hingga dua detik setelah panah menyentuh permukaan sasaran